Yesus dan Tradisi Manusia

Yesus dan Tradisi Manusia

Ternyata ada loh tradisi membuang orang tua sendiri yang sudah berusia lanjut ke sebuah gunung. Sadis!

Tradisi merupakan suatu kebiasaan yang dilakukan sejak lama sehingga menjadi bagian kehidupan dari sebuah kelompok masyarakat. Tradisi biasanya diwariskan secara turun temurun dan bisa menjadi sebuah identitas suatu masyarakat.

Ternyata tidak semua tradisi yang diwariskan oleh leluhur kita itu baik. Saya sempat kaget mengetahui bahwa ada tradisi membuang dan membunuh anggota keluarganya sendiri.

Adalah tradisi Ubasute dan tradisi Thalaikoothal yang merupakan tradisi sadis yang benar-benar ada di dunia ini.

Tradisi Sadis Manusia

Tradisi Ubasute di Jepang yang Membuang Orang Tua ke Gunung
Tradisi Ubasute di Jepang yang Membuang Orang Tua ke Gunung
Sumber Gambar : pinimg.com

Ubasute, sebuah tradisi di Jepang yang mengharuskan membuang anggota keluarga yang sudah berusia lanjut dan tidak mampu bekerja lagi ke sebuah gunung. Mereka menganggap mereka yang sudah tua ini adalah makhluk yang sudah tidak berguna lagi sehingga mereka harus dibuang. Tradisi tersebut dibuat sebagai cara bertahan hidup orang desa di tengah alam pegunungan yang kejam.

Sedangkan tradisi Thalaikoothal merupakan tradisi dari India yang membunuh atau menghilangkan nyawa orang tua yang sudah berusia lanjut. Proses pembunuhan ini dilakukan oleh anggota keluarganya sendiri. Mereka menganggap orang tua mereka yang sudah rentan itu merupakan sebuah beban. Parahnya lagi mereka menganggap tradisi ini bukanlah sebuah kejahatan.

Tradisi Thalaikoothal yang Membunuh Orang Tua Sendiri yang Sudah Jompo
Tradisi Thalaikoothal yang Membunuh Orang Tua Sendiri yang Sudah Jompo
Sumber Gambar : akibanation.com

Tradisi Ubasute dari Jepang sudah dihapuskan dan orang lanjut usia yang ada disana sudah diperlakukan dengan baik. Lain halnya dengan tradisi Thalaikoothal yang walaupun sudah dinyatakan ilegal namun masyarakat tetap menganggap tradisi tersebut merupakan sebuah budaya dan sudah diterima secara sosial oleh masyarakat setempat. Haduh! 🤦‍♂️

Yesus Yang Menegur Tradisi Manusia

Ternyata Tuhan Yesus pernah loh menegur masalah tradisi manusia yang dijalankan secara tidak benar. Hal ini tertulis di Injil Markus 7:1-23. Ketika itu ada serombongan orang Farisi dan beberapa ahli Taurat datang menemui Yesus.

Orang Farisi dan ahli Taurat yang terkenal taat dengan adat istiadat dan tradisi leluhurnya, melihat beberapa orang murid Yesus makan dengan tangan yang tidak dibasuh. Bagi mereka makan sebelum membasuh tangan adalah hal yang najis. Mereka pun bertanya kepada Yesus mengapa mereka makan dengan tangan najis?

Yesus Menegur Tradisi Manusia Yang Bertentangan Dengan Perintah Allah
Yesus Menegur Tradisi Manusia Yang Bertentangan Dengan Perintah Allah
Sumber Gambar : bp.blogspot.com

Jawab-Nya kepada mereka: “Benarlah nubuat Yesaya tentang kamu, hai orang-orang munafik! Sebab ada tertulis: Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku. Percuma mereka beribadah kepada-Ku, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia. Perintah Allah kamu abaikan untuk berpegang pada adat istiadat manusia.

Yesus berkata pula kepada mereka: “Sungguh pandai kamu mengesampingkan perintah Allah, supaya kamu dapat memelihara adat istiadatmu sendiri. Karena Musa telah berkata: Hormatilah ayahmu dan ibumu! Dan siapa yang mengutuki ayahnya atau ibunya harus mati.”

Perintah Allah vs Tradisi Manusia

Orang Farisi dan para ahli Taurat melakukan kesalahan karena menempatkan tradisi manusia di atas perintah Tuhan. Banyak tradisi yang mereka jalankan tidak sesuai dengan firman Tuhan. Hukum Allah mereka nyatakan tidak berlaku demi adat istiadat yang mereka buat.

Tuhan Yesus tidak mengecam tradisi yang kita jalankan. Hanya saja kita memprioritaskan tradisi dan adat istiadat yang bertentangan dengan perintah Tuhan sehingga kita tidak menjalankan apa yang sebenarnya diperintahkanNya.

Zaman memang sudah berkembang dengan pesat namun tradisi dan kebiasaan buruk yang membudaya masih tetap kita lakukan. Tradisi apa saja itu?

Tradisi memberi dan menerima uang suap, tradisi datang terlambat, tradisi membuang sampah sembarangan, tradisi membully, tradisi mempercayai dan menyembah berhala serta masih banyak tradisi buruk lainnya yang tanpa sadar sudah menjadi kebiasaan bagi kita.

Begitu juga dengan tradisi tukar kado di hari Natal. Saya menganggap tradisi tukar kado sudah tidak bermanfaat. Akhir-akhirnya kado Natal itu hanya akan menjadi sampah yang menumpuk di rumah. Akan lebih baik apabila tradisi tukar kado diubah menjadi kegiatan yang lebih bermanfaat.

Paus Fransiskus pun pernah menyampaikan pesan kepada seluruh umat Katolik agar menghidari perilaku konsumtif saat Natal. Menurut Paus Fransiskus, Natal bukan hari yang ditujukan untuk bertukar hadiah. Ia bahkan mendorong kepada seluruh umat Katolik, daripada Natal diisi dengan berbelanja, lebih baik perilaku konsumtif diubah dengan beramal dan membantu kaum miskin.

Paus Fransiskus mengkritik perayaan tukar kado saat Natal.
Paus Fransiskus mengkritik perayaan tukar kado saat Natal.
Sumber Gambar : tirto.id

Terkadang kita sulit meninggalkan tradisi karena sudah menjadi kebiasaan. Kita melihat orang lain juga melakukan hal yang sama sehingga merasa tidak ada yang salah. Namun karena orang lain juga melakukannya, belum tentu tradisi tersebut adalah tradisi yang baik.

Lalu bagaimana membedakan tradisi yang baik dengan tradisi yang buruk? Gampang! Kita tinggal kembali lagi kepada perintah Tuhan. Apabila tradisi dan kebiasaan yang kita lakukan bertentangan dengan perintah Tuhan, maka sudah pasti tradisi tersebut merupakan tradisi yang buruk. Kedepannya tradisi tersebut jangan kita lakukan lagi yaa…

Tuhan Yesus memberkati.



Jangan biarkan rantai informasi ini terputus ditangan anda, sebarkan apabila anda rasa layak untuk disebarkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *