Gereja Yang Tidak Sempurna

Gereja Yang Tidak Sempurna

Ketika membantu menghitung uang kolekte hasil misa di malam Natal, ada yang membuat saya penasaran. Sebuah amplop putih, cukup tebal, terlihat diantara gundukan uang yang terlipat-lipat. Saya menyisihkannya dahulu karena tak tahu harus diapakan amplop tersebut. “Buka saja,” kata ibu diseberang saya. Berlembar-lembar ratusan ribu rupiah ada di dalam amplop tersebut. Yah kira-kira cukup untuk membeli 100 porsi mie bakso.

Saya tahu ada banyak diluar sana yang memberi lebih besar dari apa yang saya temukan di dalam amplop hari itu namun yang membuat saya penasaran adalah, kenapa? Kenapa orang sampai memberi sebanyak itu hanya untuk sebuah bangunan yang memberi selembar roti tak beragi?

Arti Gereja Yang Sebenarnya

Rasa penasaran membuat saya teringat dengan sebuah film lama yang diangkat dari novel karya Dan Brown, Angels & Demons (2009). Sebuah film tentang penyelamatan Gereja Katolik Roma dari ancaman organisasi Illuminati. Ada yang mengatakan bahwa film ini berbahaya dan sesat tapi bagi saya film ini banyak hal positif yang dapat diambil. Bagi yang belum pernah nonton, wajib ditonton nih.

Film Angels & Demons yang diperankan oleh Tom Hanks
Film Angels & Demons yang diperankan oleh Tom Hanks
Sumber Gambar : empireonline.com

Saya teringat dengan kata-kata yang diucapkan Komandan Maximilian Richter kepada Robert Langdon yang bunyinya seperti ini :

My church comforts the sick and dying. (Gereja saya menghibur yang sakit dan sekarat.)
My church feeds the hungry. (Gereja saya memberi makan orang yang lapar.)
What does your church do, Mr. Langdon? (Apa yang gerejamu lakukan, Tuan Langdon?)
That’s right, you don’t have one. (Benar, Anda tak punya satupun.)

Quote dari film tersebut membuat saya sadar bahwa gereja yang sebenarnya bukan hanya sebuah tempat untuk menerima hosti, gereja bukan hanya sebuah tempat untuk memuliakan nama Tuhan, gereja bukan hanya sebuah tempat untuk datang berdoa dan meminta pertolonganNya.

Gereja yang sebenarnya adalah sebuah tempat untuk menghibur orang sakit dan sekarat, sebuah tempat untuk memberi makan yang kelaparan, sebuah tempat untuk menampung milyaran jiwa yang masih tersesat dan ketakutan diluar sana.

Berbagai tindakan yang dilakukan oleh gereja untuk mereka yang sakit, lapar dan tersesat ini adalah dengan adanya berbagai kegiatan nyata seperti Perayaan Ekaristi Orang Sakit dan Lansia Sedunia, Perayaan Hari Disabilitas Internasional, Donor Darah, KKMK, Choice, Marriage Encounter dan masih banyak kegiatan lainnya.

Begitu nyata tindakan yang dilakukan gereja membuat saya sadar bahwa, they do something real than just pray and pray! Mereka yang menyadari dan terbantu dengan apa yang gereja lakukan ini pasti tidak akan ragu untuk terlibat didalamnya. Mereka akan memberikan apa yang mereka bisa untuk berpatisipasi didalamnya.

“Hari Orang Sakit Sedunia juga merupakan sebuah kesempatan bagi mereka yang dengan murah hati membantu dan mendampingi orang-orang sakit sehingga mereka yang sakit ini tidak merasa sendiri dalam sakit dan penderitaannya.”

Mgr. Paskalis
Perayaan Ekaristi Hari Orang Sakit Sedunia di Gereja Katedral Bogor
Perayaan Ekaristi Hari Orang Sakit Sedunia di Gereja Katedral Bogor
Gambar diolah dari : bmvkatedralbogor.org

Mereka rela melakukan pelayanan tanpa dibayar, mereka rela memberikan tenaga dan waktunya untuk melayani dan juga termasuk salah satunya memberikan bantuan materi melalui kolekte.

Partisipasi tiap individu itu penting walaupun saat ini kita hanya bisa berdiam diri saja. Dengan kehadiran kita saja, saya yakin kita sudah menjadi terang bagi orang lain. Begitu juga dengan kolekte, tak perlu sungkan bahkan malu apabila belum bisa memberi lebih. Karena berapapun yang kita berikan pasti akan digunakan untuk sesuatu yang baik.

Tidak Ada Gereja Yang Sempurna

Mungkin ada sebagian yang enggan untuk berpatisipasi karena tidak menyukai gerejanya. Mungkin karena misa di gerejanya yang membosankan dan lama. Atau mungkin juga karena tidak menyukai orang-orang di gerejanya.

Sehingga akhirnya mereka berpindah-pindah gereja untuk menemukan gereja yang sempurna. Atau bahkan berpindah-pindah agama guna menemukan agama yang sempurna.

Kata Mutiara dari St. Josemaria Escriva
Kata Mutiara dari St. Josemaria Escriva
Sumber Gambar : IG Sahabat Katolik

Sayangnya kamu tidak akan pernah menemukan gereja yang sempurna.

“Religion is flawed. But only because man is flawed. All men, including this one.”

Kardinal Strauss dalam film Angels & Demons

Coba tanyakan dalam dirimu sendiri…
Pernahkah kamu diusir oleh gereja karena pakaianmu yang kurang sopan itu?
Pernahkah kamu diusir oleh gereja karena tertidur saat misa?
Pernahkah kamu diusir oleh gereja karena banyaknya dosamu?

Apabila gereja bisa menerima kita yang tidak sempurna ini, bukankah seharusnya kita juga bisa menerima gereja yang tidak akan pernah sempurna itu?

Tuhan Yesus memberkati.



Jangan biarkan rantai informasi ini terputus ditangan anda, sebarkan apabila anda rasa layak untuk disebarkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *