Adakah Yang Lebih Penting Dari Uang?

Di zaman masa kini, siapa sih yang tidak memerlukan uang. Saya sendiri menyadari pentingnya uang karena hampir semua keperluan hidup harian kita membutuhkan uang. Mulai dari kebutuhan pangan, pakaian, transportasi dan keperluan berobat ketika sakit semuanya memerlukan uang.

Sebegitu hebatnya si uang ini sampai kita nyaris mendewakannya. Apa jangan-jangan sudah? Tapi bagaimana mungkin kita tidak mendewakan uang? Karena dengan uang, nyaris semua yang ada di dunia ini bisa kita miliki. Kita bisa pergi kemana pun yang kita inginkan, makan apapun yang kita mau, semua bisa terpenuhi dengan uang. Tak perlu lagi doraemon, cukup dengan uang maka ingin ini ingin itu bisa dikabulkannya.

Semua orang berlomba-lomba untuk mencari uang. Tak dapat dipungkiri lagi bahwa uang begitu penting. Sampai pada akhirnya memunculkan pertanyaan pada diri saya, adakah yang lebih penting dari uang?

Hampir semua keperluan hidup harian kita membutuhkan uang
Hampir semua keperluan hidup harian kita membutuhkan uang
Sumber Gambar : freepik.com

Nah… bagaimana Tuhan Yesus menyikapi si uang ini? Banyak sekali bacaan Injil yang menyinggung soal uang namun ada yang menggelitik saya ketika mendengar kembali bacaan injil yang satu ini. Injil yang sangat terkenal yaitu peristiwa mukjizat Tuhan Yesus memberi makan lima ribu orang. Ya (sebelum ada yang mengoreksi) 5000 orang laki-laki, belum termasuk wanita dan anak-anak.

Peristiwa yang akan saya ceritakan ini saya olah dari Injil Yohanes 6:1-15, Matius 14:15-21, Lukas 9:10-17 dan Markus 6:34-44.

Dua Ratus Keping Uang Perak

Ketika itu setelah Yesus mendengar berita tentang kematian Yohanes Pembabtis, Ia hendak mengasingkan diri dengan perahu bersama para muridNya ke tempat yang sunyi. Tuhan Yesus bermaksud ingin menyendiri dan berdoa. Namun kagetlah Ia ketika mendarat, didapatiNya orang banyak datang mengikutiNya. Oleh belas kasihNya kemudian Ia mengajar dan menyembuhkan mereka.

Tidak terasa malam sudah tiba, murid-murid Yesus kemudian menghampiriNya dan memintaNya untuk menyuruh orang banyak itu untuk pergi agar mereka dapat menginap dan membeli makanan di desa dan di kampung-kampung sekitar.

Namun Yesus berkata kepada murid-muridNya, “Tidak perlu mereka pergi, kamu harus memberi mereka makan”.

Kondisi keuangan para murid saat itu tidaklah cukup untuk memberi makan orang sebanyak itu. Maka Filipus pun berkata kepada Yesus, “Kita perlu lebih dari dua ratus keping uang perak untuk membeli cukup makanan!”

Ilustrasi Dua Ratus Keping Uang Perak
Ilustrasi Dua Ratus Keping Uang Perak
Gambar Diolah Dari : freepik.com

“Baiklah, berikan uang yang kalian punya dan akan kugandakan uang itu lalu bagikanlah kepada mereka sehingga mereka bisa membeli makanannya sendiri dan kita bisa beristirahat lebih cepat!” [bukan] jawab Yesus.

Yah… seandainya Tuhan Yesus berkata seperti itu, namun kita semua tahu kelanjutan ceritanya, dimana akhirnya Yesus memilih untuk menggandakan roti dan ikan lalu makan bersama mereka.

Sebenarnya Yesus tidak perlu repot-repot menggandakan roti dan ikan, Ia bisa saja menggandakan uang yang dimiliki para muridNya kemudian membagi-bagikannya ke semua orang. Seperti yang banyak dilakukan oleh orang-orang di zaman sekarang ini. Lebih mudah dan lebih praktis.

Waktu dan tenaga yang dipakai akan jauh lebih sedikit. Orang banyak itu akan pulang dan dapat membeli makanannya sendiri. Yesus dan para murid pun dapat beristirahat lebih cepat. Tapi Ia malah menyuruh orang banyak itu untuk duduk berkelompok, menggandakan roti dan ikan kemudian makan bersama para murid dan orang-orang yang dikasihiNya.

Mari Kita Beri Makan Orang Banyak
Mari Kita Beri Makan Orang Banyak
Sumber Gambar www.lds.org

Memang tidak diceritakan dalam injil tapi saya yakin bahwa mereka semua makan dengan sukacita dan gembira. Yah… setidaknya tertulis bahwa mereka semua kenyang 🙂

Ada Yang Lebih Penting Dari Uang

Pesan yang dapat saya ambil adalah Tuhan Yesus ingin menunjukkan kepada kita bahwa ada yang lebih penting daripada uang. Bukan berarti uang itu buruk dan harus dijauhi. Paman saya pun selalu bilang bahwa uang itu penting namun bukan yang paling utama.

Kita perlu mencontoh teladan Yesus yang mau berkurban waktu dan tenaga bagi orang-orang yang dikasihiNya. Jangan sampai uang mengendalikan dan mengambil kebersamaan dengan orang-orang yang kita sayangi. Terutama di zaman sekarang ini dimana uang berkuasa atas kita sehingga dengan mudahnya kita menilai segala sesuatunya dengan uang.

Nah… kurang lebih seperti inilah yang dapat saya tangkap ketika mendengarkan kotbah Romo Hary saat misa di Gereja Katedral Bogor. Mudah-mudahan teladan Yesus ini dapat menginspirasi kita semua dalam menyikapi si uang ini. Duh..kuota sudah mau habis lagi, cari uang dulu ya… 🏃💨

Tuhan Yesus Memberkati 🙂



Jangan biarkan rantai informasi ini terputus ditangan anda, sebarkan apabila anda rasa layak untuk disebarkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *