Mengenal Gereja Santa Perawan Maria yang Biasa-Biasa Saja (Menurut Saya)

Gereja Santa Perawan Maria BMV Katedral Bogor

Sudah bertahun-tahun saya hilir mudik di gereja ini, biasa lah, melakukan aktivitas sebagai seorang katolik. Gereja Santa Perawan Maria atau lebih dikenal dengan nama Gereja BMV Katedral Bogor, di gereja inilah saya dibaptis.

Menurut banyak orang, Gereja Santa Perawan Maria ini sangat megah dan kokoh, namun menurut saya sihbiasa-biasa saja. Eits… sebelum berkomentar dan mencaci maki saya, ada baiknya kita mengenal dahulu gereja yang sudah berusia lebih dari 1 abad ini.

Berikut beberapa informasi mengenai sejarah dan hal lainnya tentang Gereja Katedral Bogor yang diolah dari berbagai sumber.  

Sejarah Gereja Santa Perawan Maria

Sejarah diawali oleh Mgr. AC. Claessens yang membeli sebuah rumah dengan perkarangan yang cukup luas pada tahun 1881 (sekarang meliputi Gereja, pastoran, Seminari Stella Maris, Sekolah Budi Mulia, dan Bruderan Budi Mulia).

Semula tempat itu digunakan untuk rumah peristirahatan dan Misa Kudus para tamu dari Batavia atau kini Jakarta yang berkunjung ke Bogor. Dengan dimilikinya rumah tersebut, juga menjadi awal umat Katolik memisahkan diri dari penggunaan Gereja Simultan/Ekumene.

Dulunya pelaksanaan ibadat antar umat Prostestan dan umat Katolik digabung menjadi satu di gereja Simultan di jalan Juanda Bogor yang sekarang telah berubah fungsi menjadi Kantor Pos Bogor.

Gereja Simultan yang sekarang Kantor Pos Bogor
Gereja Simultan yang sekarang menjadi Kantor Pos Bogor
Sumber Gambar : wikipedia.com

Pada tahun yang sama, Pastor M.Y. Dominikus Claessens, salah satu keponakan dari Mgr. AC. Claessens menetap di Bogor. Pada tahun 1886 M.Y. Dominikus Claessens memulai karya pastoralnya untuk mendirikan Panti Asuhan untuk anak-anak.

Pada 1896, setahun setelah Mgr. AC. Claessens meninggal, M.Y. Dominikus Claessens mulai membangun sebuah gedung gereja yang megah di atas tanah yang didiaminya. Gereja inilah yang hingga sekarang dikenal dengan Gereja Santa Perawan Maria. Kemudian pada 1907 MYD Claessens kembali ke Belanda setelah 30 tahun berkarya di Bogor. Pada 1934, tutup usia dalam usia 82 tahun.

Gereja Santa Perawan Maria zaman dahulu
Sumber Gambar : wikipedia.com

BMV Katedral BogorSetiap gereja katolik Roma di seluruh dunia pasti memiliki nama santo/santa/orang kudus pelindung gereja, begitu pula dengan gereja ini. 

Beatae Mariae Virginis atau dalam bahasa Indonesia berarti Santa Perawan Maria Dikandung Tanpa Noda merupakan nama pelindung untuk gereja ini.

Awalnya Gereja Santa Perawan Maria merupakan sebuah gereja Paroki Bogor yang termasuk dalam wilayah Prefektur Apostolik Sukabumi. Bersamaan dengan berubahnya status Prefektur Apostolik Sukabumi menjadi Keuskupan dengan nama Keuskupan Bogor maka Gereja ini dijadikan sebagai Gereja Katedral Keuskupan Bogor.

Bangunan Gereja Santa Perawan MariaGereja Santa Perawan Maria yang kita temui sekarang ini tetap mempertahankan desain aslinya. Gereja dengan desain arsitektur gotik abad pertengahan ini ditopang oleh tembok-tembok pilar tebal khas bangunan Eropa zaman dulu membuatnya terlihat sangat kokoh.

Gereja Santa Perawan Maria Saat Ini
Gereja Santa Perawan Maria Saat Ini

Bagian kiri depan gereja terdapat menara dengan sebuah patung ayam dipuncaknya yang merupakan ciri khas gereja di Eropa masa itu. Pintu gereja berbentuk setengah lingkaran dan terdapat geometrik pada daun pintunya serta di atasnya terdapat patung Bunda Maria.

Dari samping gereja terlihat memiliki kerangka atap sebanyak tujuh berbentuk meruncing yang masing-masing sisi pada setiap kerangkanya terdapat jendela dengan hiasan kaca yang lumayan tinggi.

Bangunan gereja ini memiliki dua lantai dengan struktur beton yang kuat yang lantainya terbuat dari bahan tegel dan dindingnya terbuat dari bata dengan cat warna putih. Ketika masuk ke dalam gereja, kita akan melihat kecantikan dari bangunan ini. Bangku-bangku kayu dengan ukiran khas pada masa itu memenuhi ruangan dalam gereja ini. Ornamen-ornamen lampu kuno masih tetap dipasang disana.

Walaupun gereja ini telah dimodernisasi dengan dipasangnya pendingin udara dan pengeras suara, namun tidak mengurangi nuansa klasik dari gereja ini. Gereja yang telah berusia lebih dari 1 abad ini masih aktif melayani puluhan ribu umatnya untuk beribadat setiap hari. Walau sudah termasuk gereja tua namun berkat dukungan semua umat dan pengelolaan yang baik, gereja ini masih terlihat megah dan kokoh.

Lokasi dan Jadwal Misa Gereja Katedral Bogor

Jadwal Misa Gereja Santa Perawan Maria
Jadwal Misa Gereja Santa Perawan Maria

Jadwal Misa Gereja Santa Perawan Maria

Alamat : Jalan Kapten Muslihat No.22, Paledang, Bogor Tengah, Kota Bogor, Jawa Barat 16122

Telepon: (0251) 8321188

Jadwal Misa :

Harian : Pk. 06.00

Sabtu : Pk. 17.00

Minggu : Pk. 05.30, 07.00, 09.00, 11.00, 19.00

Baptis Bayi : Pk. 09.00 (Minggu Pertama)

Perkawinan : Pk. 13.00 (Minggu)

Jumat Pertama : Pk. 06.00, 17.00

Biasa itu adalah Kemewahan yang Terlalu Banyak

Kita Biasa Mendapat Kemewahan Sejak Dari Kecil
Kita Biasa Mendapat Kemewahan Sejak Dari Kecil.
Sumber Gambar : qph.fs.quoracdn.net

Sampai beberapa tahun yang lalu saya masih menganggap agama hanyalah sebuah warisan dari keluarga. Pergi ke gereja menurut saya merupakan hal yang biasa-biasa saja. Begitu juga dengan Gereja Katedral Bogor ini yang menurut saya biasa saja karena sudah dari kecil saya menikmati fasilitas gereja ini. Karena sudah biasa, saya jadi tidak menyadari akan kemegahan dari gereja ini.

Tanpa kita sadari kita menganggap hal yang biasa ini hanyalah sebuah kegiatan harian kita. Padahal bagi orang lain bisa jadi hal yang biasa ini merupakan sesuatu yang sangat mewah. Kita terbiasa bangun pagi kemudian mengeluh di atas ranjang kita yang empuk padahal banyak diluar sana yang tidur kedinginan diatas bebatuan yang keras.

Kita biasa mengeluh dengan pekerjaan kita padahal banyak diluar sana yang berharap punya pekerjaan seperti kita. Kita biasa membuang-buang makan siang kita padahal banyak saudara kita yang masih kelaparan. Kita biasa pergi ke gereja padahal banyak saudara kita yang ingin sekali ke gereja tapi “tidak mampu”.

Kita harus lebih banyak bersyukur dari apa yang kita anggap biasa. Karena sebelum yang “biasa” tersebut diambil dari kita, kita tidak akan menyebutnya “mewah”.

Terima kasih bagi kalian yang telah sampai disini, semoga bisa diambil sisi positif dari bacaan ini 🙂 Tuhan memberkati.



Jangan biarkan rantai informasi ini terputus ditangan anda, sebarkan apabila anda rasa layak untuk disebarkan.

Comments

    1. Post
      Author
      DombaKecil

      Halo kak Ratri,
      Gereja ini tidak bertingkat, namun terdapat balkon untuk 30-40 orang yang digunakan sebagai tempat duduk cadangan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *