Kita Berada di Negeri Para Serigala

negeri para serigala - gembala masa kini

Pertama kali saya mengenal Tuhan Yesus Kristus, saya mengira pekerjaan Tuhan Yesus kita adalah seorang pengembala domba. Silahkan tertawa karena saya juga ingin menertawakan diri saya sendiri saat itu.

Yesus si Pengembala Domba

Saya mengira Tuhan Yesus pengembala domba karena banyak sekali buku-buku rohani yang menggambarkan Ia sedang mengembalakan domba-domba di padang rumput dan kita sering mendengar sabdaNya seperti ”Akulah gembala yang baik”.

Apabila Tuhan memberikan gambaran bahwa Ia adalah seorang gembala, maka kita digambarkan sebagai seekor domba. Jika kalian pernah menonton film yang memperlihatkan seorang gembala sedang mengembalakan domba-dombanya, kita tahu domba itu sifatnya lemah, bodoh, sulit diatur dan mudah tersesat. Kenapa ya Tuhan menggambarkan kita sebagai domba? Kenapa tidak menggambarkan kita dengan hewan yang lebih kuat dan perkasa seperti singa atau elang?

Gembala Yang Baik
Sumber Gambar : alicdn.com

Pada kenyataannya kita ini memang seperti domba yang memiliki sifat-sifat seperti itu.

Kita Adalah Domba yang Lemah, Bodoh dan Sulit Diatur

Kita ini lemah akan cobaan dan rintangan yang menghampiri. Kita begitu rapuh meski hanya sedikit halangan yang menghampiri kita. Kita ini bodoh, sangking bodohnya, kita merasa lebih pintar dan hebat dari orang lain sehingga menjadi orang yang sombong.

Kita ini sangat sulit diatur bahkan seringkali kita membenarkan diri atas perbuatan kita yang salah. Kita ini juga mudah sekali tersesat ketika godaan menghampiri kita.

Sebagai domba yang lemah kita malah diutus oleh Tuhan ke tengah-tengah serigala. Dikatakan dalam penggalan Injil Matius 10:16 ; “Lihat, Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala,…”. Tentunya kita diutus bukan untuk menjadi makanan mereka, kita diutus untuk mewartakan kabar gembira dan kasih yang diwujudkan dalam kehidupan kita sehari-hari.

Siapakah yang Tuhan maksud dengan serigala ini? Serigala disini adalah mereka yang memancing emosi kita, mereka yang berperilaku jahat kepada kita dan mereka yang berusaha memisahkan kita dari gembala kita. Serigala juga bisa berarti rintangan-rintangan yang kita hadapi dalam kehidupan ini. Serigala ada untuk melatih kesabaran kita, membuat kita lebih kuat sehingga menjadi pribadi manusia yang lebih baik.

Rahasia Mengalahkan Serigala

Lalu bagaimana kita yang seekor domba lemah dan bodoh ini bisa menghadapi serigala disekeliling kita? Yesus pun memberikan jawabanNya atas pertanyaan kita ini.

“Lihat, Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala, sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati.  (Matius 10:16)

Cerdik Seperti Ular Tulus Seperti Merpati
Sumber Gambar : 4.bp.blogspot.com

Dalam menghadapi serigala yang muncul dalam kehidupan kita, kita tidak diajarkan untuk bertindak menggunakan kekerasan. Kita diajarkan untuk bertindak secara cerdik seperti ular yang bisa mengatur strategi dengan baik dan tetap tulus (= innocent) seperti burung merpati.

Kita tahu bahwa domba tidak akan pernah menang melawan serigala dalam hal kekuatan tetapi lain halnya apabila domba tersebut mempunyai kecerdikan seperti ular. Ketulusan seperti burung merpati menjaga kita agar tetap menjadi pribadi yang tidak sombong atau angkung.

Ingatlah juga bahwa domba harus selalu bersama kawanannya dan terus mengikuti gembalanya karena Ia adalah gembala yang siap mengorbankan nyawaNya demi domba-dombaNya.

”Akulah gembala yang baik. Gembala yang memberikan nyawanya bagi domba-dombanya” (Yoh. 10:11)



Jangan biarkan rantai informasi ini terputus ditangan anda, sebarkan apabila anda rasa layak untuk disebarkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *