Kisah Sepuluh Orang Kusta yang Menginspirasi Kehidupan Masa Kini

orang lanjut usia di gereja - gembala masa kini

Kondisi pagi saat itu masih sangat gelap. Sendirian diboncengi abang ojek online, oma dengan rambut berwarna cokelat itu berhenti di depan pagar gereja. Dengan tertatih-tatih, oma itu menaiki belasan tangga gereja. Kita yang berada di dalam gereja bisa mendengar nafasnya yang terengah-engah ketika ia selesai menaiki tangga gereja.

Dengan jalan yang terhuyung-huyung karena lelah menaiki tangga gereja, ia sesekali berhenti dan berpegang pada bangku gereja kemudian melanjutkan menuju posisi bangku yang biasa ia tempati setiap harinya. Dengan semangat yang sama, setiap hari oma ini mengikuti misa pagi walaupun kondisi fisiknya sudah tidak sekuat dulu.

Kita Masih Lebih Beruntung Dari Mereka

Hari minggu pun banyak, mereka yang sudah lanjut usia, datang dengan bantuan tongkat maupun korsi roda untuk mengikuti ekaristi di gereja. Ada yang datang bersama pasangannya, ada yang bersama keluarganya namun ada juga yang datang sendirian.

Kita Selalu Mengeluh kepada Tuhan
Sumber Gambar : Instagram.com

Setiap selesai misa pagi di hari minggu, saya duduk untuk melihat mereka yang masih semangat ingin bertemu dengan Tuhan walaupun banyak kekurangan yang mereka miliki. Mereka selalu menyadarkan saya akan pentingnya mengucap syukur.

Mengucap syukur memang tidak mudah karena kita menganggap biasa dengan keadaan kita yang sekarang ini padahal jika kita melihat saudara kita yang kurang beruntung maka sudah semestinya kita mengucap syukur kepadaNya.

Sepuluh Orang Kusta

Kita bisa belajar dari kisah sepuluh orang kusta (Lukas 17:11-19). Ketika itu dalam perjalananNya, Yesus melewati suatu desa kemudian datanglah sepuluh orang kusta. Sambil memohon dari kejauhan, sepuluh orang kusta itu meminta kesembuhan dari penyakit yang mereka derita.

Sepuluh Orang Kusta
Sumber Gambar : saviorsite.com

DisuruhNya mereka pergi untuk memperlihatkan diri mereka kepada imam-imam. Dalam perjalanan menemui para imam, penyakit kusta mereka telah hilang. Hanya seorang dari mereka, yaitu seorang Samaria yang kembali kepada Yesus dan mengucap syukur dengan tersungkur didepan kakiNya.

Lalu Yesus berkata: “Bukankah kesepuluh orang tadi semuanya telah menjadi tahir? Di manakah yang sembilan orang itu?” (Lukas 17:17)

Jangan Bandingkan Dengan Orang Lain

Dalam kehidupan masa kini kita selalu membanding-bandingkan kehidupan kita dengan mereka yang ada di media sosial seperti di Facebook, Instagram dan Youtube. Kita melihat kemewahan dan kenikmatan yang mereka tampilkan dalam layar smartphone kita sehingga kita lupa akan kemewahan yang telah Tuhan berikan kepada kita.

Kehidupan yang mereka tampilkan di media sosial bukanlah kehidupan mereka yang sebenarnya. Demi menarik sponsor dan berjualan disana, mereka berpenampilan semenarik mungkin. Bukan salah mereka tetapi kita yang tidak mencernanya dengan baik.

Mudah-mudahan kita semakin baik dalam mencerna apa yang kita lihat dan dengar pada zaman masa kini. Kita juga jadi semakin bersyukur dan tidak banyak mengeluh dengan keadaan kita yang sekarang ini.

Tuhan Yesus memberkati.



Jangan biarkan rantai informasi ini terputus ditangan anda, sebarkan apabila anda rasa layak untuk disebarkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *