Inikah Wajah Asli Yesus Kristus ?

Salvator Mundi karya Leonardo da Vinci - gembala masa kini

Salvator Mundi atau dalam bahasa Indonesia yang berarti “Juru Selamat Dunia” merupakan lukisan karya Leonardo da Vinci. Siapa yang tak kenal dengan da Vinci? Karya lainnya seperti Mona Lisa dan The Last Supper terdengar tidak asing di telinga kita.

Lukisan Termahal Sepanjang Sejarah (sampai saat ini)

Lukisan dengan umur lebih dari 500 tahun ini terjual kepada pangeran Arab Saudi bernama Pangeran Bader bin Abdullah bin Mohammed bin Farhan AL Saud dengan harga yang fantastis yaitu senilai 450 juta US Dollar atau setara dengan 6 Triliun rupiah. Lukisan ini dibeli olehnya pada tanggal 15 November 2017 di Balai Lelang Christie’s New York.

Lukisan dengan panjang 66 cm dan lebar 45 cm ini menggambarkan potret setengah badan dari Yesus Kristus dengan satu tangan terangkat memberikan berkat dan satu tangan lainnya memegang sebuah bola kristal.

Dibuka untuk umum, kalian yang ingin menyaksikan langsung lukisan termahal karya Leonardo da Vinci ini dapat berkunjung ke museum Louvre Abu Dhabi, Uni Emirat Arab pada tanggal 18 September 2018 dan dipamerkan juga di museum Louvre Paris pada tanggal 24 Oktober 2019 hingga 24 Februari 2020.

Salvator Mundi karya Leonardo da Vinci
Sumber Gambar : cnn.com

Rupa Yesus Yang Asli

Nah… bagaimana tanggapan kalian mengenai lukisan wajah Yesus Kristus ini? Kenapa harga lukisan tersebut bisa semahal itu ya? Jangan-jangan ini benar lukisan wajah Yesus yang asli. Bagaimana menurut kalian, apakah benar ini lukisan wajah Yesus Kristus yang asli? Jika kalian ada rasa penasaran seperti apa rupa Tuhan Yesus, itu artinya kalian ingin mengenal Yesus lebih dekat.

Tanpa mengetahui seperti apa rupa Tuhan Yesus, kita bisa kok mengenalNya. Pernahkah kalian mengenali sahabat kalian bukan dari wajahnya? Misal dari gaya bicaranya, dari gerak tubuhnya yang khas. Kalian bisa tahu kalau orang tersebut adalah “dia” hanya dengan mendengar suaranya atau gerak tubuhnya dari kejauhan.

Hal ini dialami oleh Maria Magdalena ketika dia berkunjung ke makam Yesus setelah peristiwa penyaliban Yesus di kayu salib untuk menebus dosa manusia.

Sesudah berkata demikian ia menoleh ke belakang dan melihat Yesus berdiri di situ, tetapi ia tidak tahu, bahwa itu adalah Yesus. Kata Yesus kepadanya: “Ibu, mengapa engkau menangis? Siapakah yang engkau cari?” Maria menyangka orang itu adalah penunggu taman, lalu berkata kepada-Nya: “Tuan, jikalau tuan yang mengambil Dia, katakanlah kepadaku, di mana tuan meletakkan Dia, supaya aku dapat mengambil-Nya.” (Yohanes 20:14-15)

Yesus Menyapa Maria Magdalena
Sumber Gambar : www.lds.org

Seperti yang kita tahu bahwa Maria Magdalena adalah pengikut Yesus yang mengusap wajahNya dengan sebuah kain ketika Yesus memanggul salib menuju bukit Golgota.

Saat di makamNya, Maria Magdalena melihat Yesus dan seharusnya sangat mengenal rupa Yesus saat itu namun pada injil Yohanes dikatakan bahwa Maria tidak tahu bahwa itu adalah Yesus.

Kata Yesus kepadanya: “Maria!” Maria berpaling dan berkata kepada-Nya dalam bahasa Ibrani: “Rabuni!”, artinya Guru. (Yohanes 20:16)

Bukan dari wajah atau fisikNya, Maria mengenal Yesus dari sapaanNya. Hanya dengan mengatakan “Maria”, Maria tahu bahwa Ia adalah Yesus. Hal ini pun dialami oleh murid-muridNya ketika Yesus menampakan diriNya kepada mereka.
 

Yang Yesus Ingin Ajarkan Kepada Kita

Yesus pun berharap seperti itu kepada kita, Tuhan Yesus bisa mengambil rupa siapa saja, Ia bisa datang kepada kita dalam wujud siapa pun yang Ia kehendaki namun Ia berharap kita bisa mengenaliNya bukan dari fisik dan wajahNya melainkan dari perkataan, tindakan dan perbuatanNya.

Hal ini jugalah yang ingin Tuhan Yesus ajarkan kepada kita pada zaman masa kini. Kita kadang mengidolakan seseorang dari fisik dan wajahnya. Setelah mengenal orang tersebut lebih dalam kita merasa kecewa karena hal-hal buruk dari orang tersebut. Idolakanlah karya dan tindakan baik orang tersebut, jangan idolakan fisiknya karena mereka bisa saja berubah.

Benar atau tidak lukisan wajah Tuhan Yesus karya Leornado da Vinci ini tidaklah penting (maaf ya 6 Triliun rupiah), kita tentu boleh menikmatinya sebagai karya seni yang hebat tetapi melalui sabda dan karyaNya lah kita mengenal Dia, bukan dari lukisan wajahNya.

Tuhan memberkati.



Jangan biarkan rantai informasi ini terputus ditangan anda, sebarkan apabila anda rasa layak untuk disebarkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *