Kita adalah Orang yang Najis

kita adalah orang yang najis - gembala masa kini

Setiap mendengar bacaan Injil Tuhan Yesus yang satu ini entah kenapa jantung bedebar sangat kencang dan badan berasa gemetar. Bukan karena bacaan Injil tersebut menakutkan atau mengerikan, mungkin karena bacaan tersebut mengena sekali kepada diri saya sendiri. Bacaan Injil yang satu ini merupakan salah satu favorit saya. Berikut isi bacaan Injil tersebut :

“Bukan yang masuk ke dalam mulut yang menajiskan orang, melainkan yang keluar dari mulut, itulah yang menajiskan orang”

Matius 15:11

MulutMu HarimauMu

Ketika mendengarkan bacaan Injil tersebut kita teringat akan pepatah jadul lainnya seperti “mulutmu harimaumu” atau “lidah tak bertulang tapi bisa lebih tajam daripada pedang”. Yup… inti pepatah-pepatah ini lebih kurang sama seperti yang ingin disampaikan olehNya. Dalam terusan di Injil pun dilanjutkan seperti ini :

“Lalu Petrus berkata kepada-Nya: “Jelaskanlah perumpamaan itu kepada kami.” Jawab Yesus: “Kamupun masih belum dapat memahaminya? Tidak tahukah kamu bahwa segala sesuatu yang masuk ke dalam mulut turun ke dalam perut lalu dibuang di jamban? Tetapi apa yang keluar dari mulut berasal dari hati dan itulah yang menajiskan orang. Karena dari hati timbul segala pikiran jahat, pembunuhan, perzinahan, percabulan, pencurian, sumpah palsu dan hujat.  Itulah yang menajiskan orang. Tetapi makan dengan tangan yang tidak dibasuh tidak menajiskan orang.” ” (Matius 15:15-20)

Ilustrasi Makan Dengan Tangan
Sumber Gambar : https://news.softpedia.com

Jaga Lisan, Jaga Postingan Kita

Ok… makan dengan tangan yang tidak dibasuh tidak membuat kita menjadi najis tapi itu jorok namanya 🙂

Tuhan Yesus bukan mau mengajarkan kita untuk tidak mencuci tangan sebelum menyantap makanan jadi jangan salah tangkap perumpamaan Yesus ini ya.

Terkadang tanpa sadar kita tidak menjaga lisan kita, kita berbicara kasar dan tidak pantas kepada orang tua dan teman-teman kita. Menjaga lisan tidaklah mudah terlebih lagi ketika kita dalam keadaan emosi atau bad mood.

Percayalah bahwa hanya karena lisan yang diucapkan, kita bisa mengakhiri hidup seseorang.

Pada zaman modern sekarang ini, kita bukan saja harus menjaga lisan tetapi juga apa yang kita tulis di media sosial, misalnya di Facebook, Instagram atau di group Whatsapp. Apa yang kita tulis, kita posting dan sebarkan dalam media sosial juga berasal dari hati oleh karena itu kita harus berhati-hati dalam berkata-kata baik secara lisan maupun tulisan.

Kita Harus Menjaga Perkataan Kita
Sumber Gambar : https://d229u8wg8f57gj.cloudfront.net

Apa yang terjadi jika kita tidak menjaga lisan dan menjadi najis?

Pada masa itu mereka yang menjadi najis akan dijauhi dan dihindari oleh orang lain, mereka akan dikucilkan dan dibenci orang sekitarnya. Pada masa kini salah berucap bisa berakibat jauh lebih mengerikan.

Tips GembalaMasaKini

GembalaMasaKini ingin berbagi tips yang agak nyeleneh tapi patut untuk dicoba. Supaya kita bisa menjaga lisan, cara terbaik adalah jangan banyak ngomong.

Jangan ngomong terhadap masalah-masalah yang kecil, kalau bisa dikerjakan, langsung kerjakan sendiri, tidak perlu menyuruh bahkan menyalahkan orang lain.

Hindari perkataan dengan “buntut”, jawaban singkat seperti “Ok” atau “Iya” lebih baik daripada ditambahkan buntut seperti “ok, dari tadi kek bilangnya“. Pikirkan dahulu lisan yang hendak kita ucapkan, apakah ucapan kita akan menyinggung lawan bicara, jika ya maka lebih baik tidak diucapkan.

Begitu juga dengan sosial media, apabila tidak perlu di komentari, lebih baik ditinggalkan. Jangan menyebarkan kabar hoax dan perhatikan apa yang kita tulis di media sosial kita.

Kita adalah orang yang najis apabila kita tidak bisa menjaga lisan dengan baik jadi pergunakanlah lisan kita sebaik mungkin sehingga menjadi berkat bagi semuanya. Tuhan memberkati kita semua.



Jangan biarkan rantai informasi ini terputus ditangan anda, sebarkan apabila anda rasa layak untuk disebarkan.

Comments

    1. Post
      Author
      DombaKecil

      Nah tapi sekarang sudah tahu kan jika memposting sesuatu yang kurang baik bisa berakibat sangat buruk bagi orang lain, jadi mulai dikurangi ya.
      Terima kasih sudah berkunjung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *